JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Polemik dugaan roti berjamur dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyeret nama SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Satuan pelayanan yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi itu dinilai belum menyentuh akar persoalan meski telah mengganti roti yang bermasalah.
Langkah pergantian roti dianggap sebatas solusi tambal sulam. Sorotan utama justru mengarah pada lemahnya pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.
Seorang guru di Pragaan berinisial HN menegaskan, persoalan ini tidak bisa dianggap selesai hanya dengan mengganti produk yang diduga berjamur.
“Setelah ada temuan roti berjamur dalam paket MBG, lalu pihak SPPG Pakamban Laok 2 mengganti rotinya. Ini bukan soal mengganti lalu persoalan selesai, tapi bagaimana keamanan makanan bila hal ini terjadi akan menjadi racun bagi siswa-siswi,” katanya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, insiden tersebut seharusnya menjadi alarm keras bagi pengelola untuk memperketat kontrol mutu sebelum makanan dibagikan. Ia bahkan menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.
“Setelah diganti jangan menganggap masalah ini selesai. Ini bukan sekian kalinya SPPG Pakamban Laok 2 bermasalah, rasanya mereka masih lalai dalam mengawasi makanan yang layak dikonsumsi siswa. Jangan asal memberi saja cek sebelum dibagikan,” ujarnya.
HN menilai lemahnya kontrol internal mencerminkan kegagalan dalam menjalankan amanah program pemerintah.
“Lemahnya pengawasan ini menjadi tanda bahwa SPPG Pakamban Laok 2 gagal dalam menjalankan program mulia Bapak Presiden,” tegasnya.
Ia pun mendesak koordinato di tingkat wilayah maupun pusat, segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Saya harap pihak koordinator wilayah bahkan pusat harus turun dan sikapi dengan benar atas kejadian yang semacam ini. Ini kalau dibiarkan akan mengancam kesehatan anak bangsa,” tandasnya.
Tak hanya itu, HN juga mempertanyakan alasan operasional SPPG yang dinilai kerap bermasalah namun tetap berjalan tanpa evaluasi tegas.
“SPPG Pakamban Laok 2 sudah banyak bermasalah, kenapa tetap beroperasi. Seharusnya dievaluasi secara menyeluruh,” tambahnya.
Kekhawatiran serupa disampaikan orang tua siswa berinisial EV. Meski roti yang diduga berjamur telah diganti, ia mengaku belum sepenuhnya tenang terhadap keamanan menu MBG ke depan.
“Meski sudah diganti tapi tidak menjamin keselamatan anak saya ke depan jika mengonsumsi MBG yang berjamur, saya masih khawatir dengan menu MBG ini. Untung kemarin saya cek, kalau tidak dicek pasti anak kami makan roti berjamur,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, SPPG Pakamban Laok 2 yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi media ini. (Che)
*


















