JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-758 yang akan menjadi identitas berbagai rangkaian kegiatan peringatan hari lahir daerah pada tahun 2026.
Mengusung tema “Songennep Sodek Parjuga”, logo tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga merepresentasikan sejarah, budaya, karakter masyarakat, serta semangat pembangunan Kabupaten Sumenep menuju masa depan.
Logo karya Choirur Rahman, yang berhasil meraih juara pertama dalam sayembara desain logo Hari Jadi Sumenep ke-758, memadukan sejumlah unsur khas daerah, seperti Tari Sintong, keris, motif batik, hingga simbol migas dalam satu kesatuan visual yang sarat makna.
Desain tersebut tidak hanya mengedepankan aspek estetika, tetapi juga menyampaikan pesan tentang identitas daerah dan perjalanan panjang Kabupaten Sumenep yang telah berdiri lebih dari tujuh abad.
Perancang logo, Choirur Rahman, mengatakan konsep desain yang diusung lahir dari keinginannya menghadirkan simbol yang mampu menggambarkan Sumenep secara utuh.
“Logo ini tidak sekadar menjadi identitas Hari Jadi, tetapi juga menggambarkan sejarah, budaya, potensi daerah, dan harapan masyarakat Sumenep ke depan. Kami ingin menghadirkan simbol yang mampu menyatukan nilai-nilai masa lalu dengan semangat pembangunan masa depan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Choirur, Tari Sintong ditempatkan sebagai elemen utama karena memiliki filosofi yang kuat dalam merepresentasikan karakter masyarakat Sumenep.
“Tari Sintong melambangkan keteguhan nilai, keluhuran budi, serta keseimbangan antara budaya dan spiritualitas. Nilai-nilai tersebut mencerminkan masyarakat Sumenep yang santun, berprinsip, dan tetap menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Ia berharap logo tersebut mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap identitas daerah sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menilai pemilihan Tari Sintong sebagai ikon utama dalam logo Hari Jadi ke-758 merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkokoh komitmen dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya.
“Logo Hari Jadi ke-758 ini membawa pesan yang sangat kuat. Tari Sintong menjadi representasi nilai-nilai budaya yang selama ini hidup dan berkembang di tengah masyarakat Sumenep. Melalui simbol ini, kita ingin menunjukkan bahwa budaya merupakan fondasi penting dalam membangun daerah,” ujar Faruk.
Ia menjelaskan, tema “Songennep Sodek Parjuga” mencerminkan semangat masyarakat Sumenep yang terus bergerak maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.
“Kemajuan pembangunan harus berjalan selaras dengan pelestarian budaya. Karena itu, logo ini bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga pengingat bahwa identitas budaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.
Faruk juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam sayembara desain logo yang digelar pemerintah daerah. Menurutnya, antusiasme para peserta menunjukkan kuatnya rasa memiliki terhadap Kabupaten Sumenep.
“Partisipasi para desainer, khususnya putra-putri daerah, menjadi bukti bahwa semangat berkarya dan kecintaan terhadap Sumenep terus tumbuh. Ini merupakan modal besar untuk bersama-sama membangun daerah yang maju, berbudaya, dan berdaya saing,” tambahnya.
Ia berharap logo Hari Jadi ke-758 dapat menjadi simbol pemersatu seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Momentum Hari Jadi hendaknya menjadi sarana memperkuat kebersamaan, mempererat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan optimisme bahwa Sumenep akan terus berkembang menjadi daerah yang semakin maju dan sejahtera tanpa kehilangan jati dirinya,” pungkasnya. (Che/MF)


















