JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam menghadirkan berbagai inovasi kembali menarik perhatian daerah lain.
Kali ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih Sumenep sebagai lokasi studi untuk mempelajari praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga transformasi sektor perbankan daerah.
Kunjungan kerja yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, diterima langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Rumah Dinas Bupati Sumenep.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi mengenai strategi pembangunan serta inovasi yang telah diterapkan masing-masing daerah.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, pertukaran pengalaman antardaerah merupakan langkah strategis untuk melahirkan kebijakan yang lebih adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
“Setiap daerah memiliki pengalaman yang berbeda dalam menjalankan pemerintahan. Ketika pengalaman itu dibagikan, akan lahir banyak gagasan baru yang dapat menjadi solusi bagi peningkatan pelayanan publik maupun percepatan pembangunan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep selalu terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik.
“Kami menyambut baik kunjungan ini karena menjadi momentum untuk saling belajar. Tidak hanya NTB yang memperoleh informasi dari Sumenep, tetapi kami juga mendapatkan perspektif baru yang dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan ke depan,” katanya.
Menurutnya, hubungan antardaerah harus dibangun dalam semangat kemitraan yang saling menguatkan sehingga inovasi yang berhasil diterapkan di suatu wilayah dapat direplikasi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, mengungkapkan Kabupaten Sumenep dipilih karena dinilai berhasil menghadirkan sejumlah terobosan yang layak dijadikan referensi.
Salah satu fokus utama kunjungan tersebut adalah mempelajari transformasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar.
“Transformasi kelembagaan BPR menjadi BPRS yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadi salah satu contoh yang ingin kami pelajari. Pengalaman tersebut akan menjadi referensi dalam pengembangan BPR di Provinsi NTB,” ungkap Abul Chair.
Selain sektor perbankan daerah, rombongan Pemprov NTB juga menggali berbagai kebijakan terkait penguatan tata kelola pemerintahan, inovasi birokrasi, serta strategi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia berharap hasil studi tersebut dapat diimplementasikan dan dikembangkan sesuai kebutuhan Pemerintah Provinsi NTB sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Pemerintah Provinsi NTB juga berkomitmen memperkuat komunikasi serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi baru, memperkuat kapasitas pemerintahan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Che/MF)


















