banner 728x250

Super Flu Mengintai Jatim, Sumenep Klaim Masih Aman, Dinkes P2KB Perketat Deteksi Dini ISPA

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri (Foto Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Di tengah meningkatnya kewaspadaan nasional terhadap kemunculan influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipastikan masih berada dalam kondisi aman.

Hingga kini, belum ditemukan satu pun kasus super flu di wilayah ujung timur Pulau Madura tersebut.

banner 325x300

Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri, berdasarkan laporan surveilans penyakit menular yang secara rutin dihimpun dari seluruh puskesmas.

“Sampai hari ini kami memastikan belum ada temuan maupun laporan kasus influenza A subclade K atau super flu di Kabupaten Sumenep,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Meski masih nihil kasus, Dinkes P2KB Sumenep menegaskan tidak bersikap lengah. Seluruh penanggung jawab (PJ) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di puskesmas se-Kabupaten Sumenep telah diinstruksikan meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan aktif di wilayah kerja masing-masing.

Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya antisipasi dini untuk menekan potensi penularan sejak awal, terutama di tengah dinamika penyebaran penyakit pernapasan yang dinilai semakin cepat.

“Kami sudah meminta seluruh PJ ISPA agar siaga, memperkuat pemantauan, dan aktif mengikuti perkembangan informasi serta gejala yang muncul di lapangan,” tegas Achmad.

Menurutnya, kewaspadaan ekstra menjadi krusial mengingat Jawa Timur termasuk provinsi yang telah melaporkan kasus influenza A subclade K berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah juga dinilai berpotensi memperbesar risiko penyebaran penyakit tersebut.

“Prinsip kami jelas, deteksi dini dan respons cepat. Walaupun belum ada kasus di Sumenep, pengawasan terhadap ISPA tetap kami tingkatkan,” jelasnya.

Namun demikian, hingga saat ini Dinkes P2KB Sumenep belum menerbitkan surat edaran kewaspadaan khusus terkait super flu. Keputusan itu diambil untuk menjaga keselarasan kebijakan dengan pemerintah pusat sekaligus mencegah kepanikan di masyarakat.

“Belum ada edaran resmi dari Kementerian Kesehatan. Kami tetap mengikuti arahan pusat agar langkah yang diambil terukur dan tidak menimbulkan keresahan,” tambahnya.

Sebagai catatan, Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 62 kasus influenza A subclade K hingga akhir Desember 2025 yang tersebar di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur. Pemerintah daerah pun diimbau meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan tanpa menciptakan kegaduhan publik.

Di tingkat masyarakat, Dinkes P2KB Sumenep mengingatkan pentingnya disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker saat mengalami gejala flu atau batuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan.

“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama pencegahan. Jangan menunggu parah, segera periksa jika muncul gejala,” imbuhnya (Che)

*

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *