banner 728x250

DPRD dan Dinkes Pamekasan Dukung Penelitian ACCESS tentang Dampak MBG terhadap Gizi Anak

banner 120x600
banner 468x60

JAGOBERITA.ID, PAMEKASAN – Tim peneliti Academic and Social Studies (ACCESS) menggelar pertemuan strategis dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan tersebut membahas rencana penelitian terkait tumbuh kembang anak sebelum dan sesudah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan.

banner 325x300

Dalam audiensi itu, Tim ACCESS diwakili oleh Mashud, Imam Ghazali, serta Moh Efendi. Mereka memaparkan konsep penelitian yang bertujuan mengukur efektivitas program MBG terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan status gizi anak.

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Saifudin, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, penelitian itu sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam memastikan program pemenuhan gizi berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung penelitian ini. Output dari program MBG harus benar-benar terukur agar pemerintah mengetahui sejauh mana dampak yang dirasakan masyarakat, khususnya terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Kesehatan Pamekasan juga menyatakan kesiapan untuk membantu tim peneliti dalam penyediaan data kesehatan yang dibutuhkan selama proses penelitian berlangsung.

Penelitian ini direncanakan mengambil lokasi di sejumlah Posyandu penerima manfaat program MBG di Kabupaten Pamekasan. Fokus penelitian diarahkan pada anak usia 1 hingga 5 tahun yang berada pada fase emas pertumbuhan (golden age).

Selain mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan, penelitian tersebut juga memperoleh respons positif dari kalangan legislatif.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Abd Rasyid Fansori, menilai riset ini penting sebagai bagian dari pengawasan sekaligus evaluasi terhadap kebijakan publik di bidang kesehatan dan gizi.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan yang juga Ketua Paguyuban Mitra MBG, Mohammad Saedy Romli, menegaskan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan mitra pelaksana program.

Menurutnya, hasil penelitian independen nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi keberlanjutan program MBG agar semakin tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, hasil penelitian diharapkan mampu menjadi rujukan ilmiah bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam menyusun kebijakan kesehatan dan peningkatan gizi anak di masa mendatang. (Che/MF)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *