Indeks
Berita  

SPPG Pakamban Laok 2 Makin Parah, MBG Diduga Berulat, Guru Minta Satgas Bertindak

 

JAGOBERITA.ID, SUMENEP — Polemik kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian memanas.

Setelah sebelumnya menu makanan menuai kritik karena diduga bermasalah, kini kembali muncul temuan yang lebih mengkhawatirkan dan memicu keresahan.

Pengelolaan dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Bumi Asfan Abadi dinilai semakin menunjukkan lemahnya pengawasan.

Salah satu guru di wilayah Pragaan, berinisial S, mengungkap adanya dugaan temuan ulat dalam sayur kacang panjang yang disajikan kepada siswa pada Rabu, 15 April 2026.

Tak hanya itu, guru juga menyebut adanya helai rambut yang ditemukan pada nasi.

“Hari ini, kami menemukan ada ulat di sayur kacang panjang. Bahkan, ada juga rambut di nasi. Ini jelas sangat mengganggu dan tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak,” ujarnya, kepada media, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Ia menilai permasalahan kualitas makanan di SPPG Pakamban Laok 2 justru semakin memburuk dari waktu ke waktu.

“SPPG ini kerap bermasalah, dan sekarang ada ulat lagi. Ini menunjukkan tidak ada perbaikan sama sekali,” tegasnya.

S juga menyoroti langkah penghentian sementara (suspend) yang sebelumnya sempat dilakukan, namun dinilai tidak memberikan efek jera terhadap pengelola.

“Harusnya dengan adanya suspend itu jadi evaluasi besar. Tapi faktanya tidak. Pengawasan tetap lemah. Ini seperti tidak ada kontrol sama sekali,” tambahnya.

Ia bahkan menyebut kondisi ini sebagai indikator kegagalan dalam pelaksanaan program MBG di lembaga tersebut.

“Kalau makanan tak layak seperti ini terus terjadi, ini jelas gagal dalam memenuhi gizi anak. Programnya bagus, tapi pelaksanaannya amburadul. Kok bisa sampai ada ulat?,” tandasnya.

Lebih jauh, S mendesak Satgas MBG Kabupaten Sumenep untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Pakamban Laok 2.

“Kami minta Satgas Kabupaten Sumenep segera evaluasi total. Kalau memang tidak mampu memperbaiki, lebih baik diajukan ke BGN untuk ditutup kembali. Jangan sampai anak-anak terus jadi korban,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan media kepada Kepala SPPG Pakamban Laok 2 tidak pernah direspons hingga berita ini diterbitkan. (Che)

Exit mobile version