JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Rubaru Agro Wisata Fest 2026 yang digelar untuk mengangkat potensi desa dan memperkuat pemasaran UMKM justru menyisakan ironi.
Di saat sebagian besar stan UMKM tampak sepi pengunjung, stand permainan bola berhadiah menjadi pusat keramaian dan lebih banyak menyedot perhatian masyarakat dibandingkan produk-produk unggulan yang dipamerkan..
Fenomena tersebut menjadi perhatian publik karena dinilai bertolak belakang dengan semangat penyelenggaraan festival yang masuk dalam Kalender Event Sumenep 2026.
Pantauan di lokasi menunjukkan stand permainan bola berhadiah menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi selama festival berlangsung di Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sebaliknya, sejumlah stan UMKM yang memamerkan produk unggulan desa terlihat minim pengunjung.
Salah seorang pengunjung mengaku lebih tertarik mendatangi stand permainan karena hadiah yang ditawarkan cukup menggiurkan.
“Stand permainan selalu ramai. Hadiahnya menarik, mulai dari peralatan rumah tangga hingga sepeda. Akibatnya, banyak pengunjung lebih memilih mencoba peruntungan daripada mengunjungi stand UMKM,” ujar pengunjung yang tak ingin disebut namanya, Jumat (2/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengunjung harus membeli satu mangkuk berisi enam bola seharga Rp10 ribu untuk mengikuti permainan.
Bola kemudian dilempar ke arena yang berisi sejumlah kotak hadiah. Jika bola masuk ke kotak yang telah ditentukan, peserta berhak membawa pulang hadiah sesuai keterangan yang tertera. Namun, sebagian besar lemparan tidak berhasil masuk ke kotak hadiah.
Hadiah yang dipajang antara lain sepeda gunung, kompor gas, peralatan rumah tangga, hingga berbagai barang elektronik yang sukses menarik perhatian pengunjung.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penyelenggaraan festival dalam mencapai tujuan utamanya, yakni mempromosikan produk unggulan desa, memperluas pemasaran UMKM, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sejumlah pihak menilai keberadaan stand permainan berhadiah justru lebih mendominasi perhatian dibandingkan pameran produk UMKM.
Sebelumnya, Rubaru Agro Wisata Fest 2026 juga menjadi sorotan setelah stand UMKM milik Desa Pakondang dibiarkan kosong hingga dimanfaatkan sebagai area parkir kendaraan pengunjung.
Padahal, festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut dirancang sebagai ajang promosi potensi desa, penguatan pelaku UMKM, serta pengembangan sektor pariwisata.
Berdasarkan data yang dihimpun, pameran UMKM awalnya direncanakan diikuti 11 desa di Kecamatan Rubaru. Namun, hanya 10 desa yang berpartisipasi karena stand Desa Pakondang tidak terisi selama pelaksanaan kegiatan.
Rubaru Agro Wisata Fest 2026 berlangsung pada 26 Juni hingga 5 Juli 2026 dengan menghadirkan pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, musik tongtong khas Madura, tari kreasi pelajar, serta berbagai hiburan rakyat. Festival tersebut mengusung tema “Rubaru Bersatu, Sumenep Maju” sebagai upaya memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas. (Che/MF)
