JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Puskesmas Pandian guna memperkuat fondasi layanan kesehatan dasar.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan kesehatan tidak hanya berjalan, tetapi juga memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan tersebut, tim monev melakukan “bedah layanan” secara komprehensif, meliputi aspek administrasi, kinerja tenaga kesehatan, hingga kesiapan fasilitas dan sistem pendukung.
Proses evaluasi berlangsung terbuka dan konstruktif. Tenaga kesehatan Puskesmas Pandian aktif berdialog dengan tim Dinkes, menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi sekaligus menggali solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, menegaskan bahwa monev merupakan instrumen penting dalam menjaga kualitas layanan kesehatan masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan setiap layanan di puskesmas berjalan optimal dan terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, fokus utama monev kali ini adalah program imunisasi sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyakit. Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian, mengidentifikasi hambatan, serta merumuskan langkah percepatan guna menekan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
“Kami tidak hanya melihat angka capaian, tetapi juga menggali persoalan di baliknya. Dari situ kami susun solusi agar program imunisasi semakin efektif,” jelasnya.
Pemeriksaan teknis dilakukan secara detail dan sistematis. Tim memastikan ketersediaan vaksin dan alat suntik, memantau stabilitas suhu penyimpanan melalui sistem rantai dingin (cold chain), serta menilai kesiapan tenaga kesehatan dalam menjalankan jadwal imunisasi secara konsisten.
“Seluruh rantai pelayanan kami pastikan berjalan baik, mulai dari logistik hingga pelaksana di lapangan. Ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan layanan,” tambahnya.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, tenaga kesehatan Puskesmas Pandian dinilai tetap menunjukkan kinerja yang solid dan responsif. Dinkes P2KB pun memberikan apresiasi atas dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ada komitmen yang kuat dari tim di sini. Tinggal diperkuat dari sisi manajemen dan peningkatan kapasitas agar layanan semakin optimal,” ungkap Syamsuri.
Lebih dari sekadar evaluasi, monev ini juga menjadi momentum konsolidasi antara Dinkes dan puskesmas dalam merancang langkah strategis ke depan. Penguatan SDM, optimalisasi manajemen layanan, serta pemanfaatan teknologi menjadi fokus utama yang akan terus didorong.
“Kami berharap kualitas layanan kesehatan semakin merata. Penguatan imunisasi sebagai program prioritas diharapkan menjadi benteng efektif dalam menekan angka PD3I sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah,” tandasnya. (Che)
