JAGOBERITA.ID, Pamekasan – Asia Small Business Federation (ASBF) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, resmi terbentuk sebagai jejaring strategis untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kehadiran ASBF Pamekasan diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM berbasis sistem aggregator sekaligus memperkuat city branding Pamekasan.
Pembentukan ASBF Pamekasan dinilai sebagai langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, terutama terkait akses pasar, penguatan merek, dan pemanfaatan ekosistem digital.
Melalui pendekatan aggregator, ASBF berupaya mengintegrasikan produk-produk UMKM agar memiliki daya saing yang lebih kuat, baik di tingkat regional maupun nasional, sekaligus mempertegas identitas Pamekasan sebagai daerah dengan potensi ekonomi kreatif unggulan.
Dalam musyawarah pembentukan kepengurusan, Syaiful Bahri terpilih sebagai Ketua ASBF Pamekasan.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan ASBF sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM naik kelas.
“Fokus kami meliputi peningkatan kualitas produk, penguatan branding, digitalisasi pemasaran, serta pengembangan talenta UMKM lokal agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Ke depan, ASBF Pamekasan menargetkan lahirnya berbagai program kolaboratif yang tidak hanya berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM, tetapi juga berkontribusi terhadap citra positif daerah.
Dengan sinergi lintas sektor, ASBF Pamekasan optimistis dapat menjadi motor penggerak UMKM yang berdaya saing dan berkelanjutan, sekaligus mendukung strategi city branding Pamekasan di tingkat yang lebih luas. (EM)
*
