JAGOBERITA.ID-SURABAYA – Asia Small Business Federation (ASBF) Jawa Timur resmi memasuki tahap penguatan organisasi.
Kepengurusan ASBF Jawa Timur dinyatakan sah setelah menerima Surat Keputusan (SK) serta melaksanakan audiensi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur di kantor masing-masing.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal penyelarasan peran ASBF Jawa Timur dengan arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam upaya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam struktur kepengurusan yang baru, Meithiana Indrasari, kembali dipercaya menjabat sebagai Chief Executive Regional ASBF Jawa Timur.
Kepercayaan tersebut melanjutkan kepemimpinan yang berfokus pada kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta penguatan ekosistem UMKM yang mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi.
ASBF Jawa Timur menempatkan diri sebagai mitra strategis yang berjalan seiring dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
“UMKM tidak hanya perlu bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga harus tumbuh dari sisi kualitas. ASBF hadir untuk mendampingi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat kapasitas, daya saing, dan keberlanjutan small business hingga mampu bersaing di tingkat global,” ujar Meithiana, Kamis (22/1/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa menyampaikan, apresiasi atas kehadiran ASBF Jawa Timur sebagai mitra kolaboratif.
Ia menegaskan komitmen dinasnya untuk membangun kerja sama yang produktif dan berdampak nyata, terutama dalam mendorong koperasi dan UMKM agar naik kelas serta memiliki daya saing yang berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. Ia menyatakan kesiapan Kominfo Jawa Timur untuk berkolaborasi dalam pengembangan talenta digital, peningkatan literasi digital pelaku usaha, serta pemanfaatan ekosistem digital sebagai penopang penguatan UMKM.
Transformasi digital dinilai perlu dilakukan secara inklusif, adaptif, dan berkelanjutan melalui kemitraan lintas sektor.
Ke depan, ASBF Jawa Timur akan memfokuskan program pada penguatan city branding dan communal branding guna mempertegas identitas serta keunggulan masing-masing daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun positioning yang kuat bagi setiap kabupaten dan kota, sekaligus meningkatkan daya tarik produk serta jasa unggulan daerah.
Seiring dengan itu, ASBF Jawa Timur juga mendorong pengembangan talenta digital berbasis small business sebagai respons atas kebutuhan transformasi ekonomi digital. Pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara strategis untuk pengembangan usaha.
Sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme dan kapasitas pelaku usaha, ASBF Jawa Timur menyiapkan program sertifikasi kompetensi berskala nasional dan internasional. Sertifikasi ini ditujukan untuk meningkatkan kredibilitas, standarisasi kemampuan, serta membuka peluang jejaring usaha lintas daerah dan lintas negara.
Penguatan kelembagaan ASBF Jawa Timur akan dilanjutkan melalui pelantikan dan pengukuhan kepengurusan tingkat provinsi serta 38 kabupaten dan kota, yang direncanakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk memastikan kesinambungan koordinasi dan sinergi program di tingkat daerah.
Sebagai organisasi bisnis berskala internasional, ASBF saat ini telah terbentuk dan aktif di 18 negara di kawasan Asia dan Asia Pasifik. Kehadiran ASBF Jawa Timur menjadi bagian dari jejaring global tersebut, sekaligus membuka ruang pertukaran praktik terbaik, peningkatan kapasitas, serta penguatan daya saing small business di tingkat regional dan global.
Audiensi ini juga dihadiri oleh perwakilan media, praktisi branding, serta advisor ASBF, sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi yang menghubungkan kebijakan publik, dunia usaha, akademisi, dan komunikasi strategis. Melalui sinergi tersebut, ASBF Jawa Timur diharapkan dapat berperan aktif sebagai mitra kolaboratif dalam mendorong UMKM Jawa Timur tumbuh berkelanjutan dan semakin kompetitif. (Che)
*
