banner 728x250

Puluhan Kader Kesehatan Bergerak, Yabhysa Gandeng LKNU Serius Wujudkan Pamekasan Bebas TBC

banner 120x600
banner 468x60

JAGOBERITA.ID, PAMEKASAN – Upaya mewujudkan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bebas Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) Pamekasan bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cabang Pamekasan menggelar Pelatihan dan Edukasi Kesehatan bertema “Sinergi LKNU Pamekasan dan Yabhysa dalam Mewujudkan Pamekasan Bebas TBC Melalui Edukasi dan Pemberdayaan Kader”.

banner 325x300

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 45 peserta yang terdiri dari kader TBC Yabhysa se-Pamekasan, pengurus, hingga relawan kesehatan LKNU. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat edukasi, pendampingan pasien, serta deteksi dini kasus TBC di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai peran kultural dan pendampingan pasien TBC yang disampaikan fasilitator Yabhysa bersama pengurus LKNU. Hadir juga sebagai pemateri di antaranya, Dokter Spesialis Anastesi, Ratna, serta Relawan Kesehatan, Sitti Rofiqoh.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada strategi komunikasi efektif kepada masyarakat, pendekatan agama dan budaya dalam edukasi kesehatan, serta pentingnya menghapus stigma negatif terhadap penderita TBC.

Peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif untuk membahas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari rendahnya kepatuhan pasien dalam minum obat hingga hambatan edukasi di lingkungan masyarakat.

Ketua Yabhysa Pamekasan, Sri Wahyuni Fatmawati, dalam sambutannya menegaskan bahwa kader kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung program eliminasi TBC di Kabupaten Pamekasan.

“Keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan formal, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat melalui kader yang berada langsung di tengah lingkungan warga,” ujarnya, di Pendopo Wakil Bupati Pamekasan, Jumat (28/5/2026).

Ia menjelaskan, kader kesehatan menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dini kasus TBC, memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga mendampingi pasien selama proses pengobatan sampai dinyatakan sembuh.

“Melalui pelatihan ini kami berharap para kader semakin meningkatkan kapasitas dan keterampilan, baik dalam skrining aktif, komunikasi kesehatan, maupun penguatan dukungan kepada pasien agar tidak putus berobat,” tambah Sri Wahyuni Fatmawati.

Pada sesi akhir kegiatan, seluruh peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa target kerja dan pemetaan wilayah prioritas edukasi TBC pasca pelatihan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan bersama dalam menekan angka penyebaran TBC di Kabupaten Pamekasan.

Salah satu perwakilan peserta mengaku kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan wawasan dan semangat kader saat menjalankan tugas pendampingan pasien TBC.

Sementara itu, kader Yabhysa wilayah Puskesmas Kadur, Riyadi, menyebut dirinya memperoleh pemahaman baru terkait pendekatan komunikasi kepada pasien dan keluarga.

Tak hanya itu, hal senada juga disampaikan Wiwik Bariroh dari Kecamatan Waru serta Ach Faulur Rosi dari Kecamatan Pengantenan.

Keduanya menilai kegiatan tersebut mampu memperkuat solidaritas antar kader sekaligus meningkatkan motivasi bersama dalam mewujudkan Pamekasan bebas TBC. (Che/MF)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *