JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 di bawah naungan Yayasan Bumi Asfan Abadi menuai penolakan keras dari wali murid RA Hidayatut Thalibin (RA HT).
Bantuan yang semestinya menopang kecukupan gizi anak usia dini justru dinilai tidak pantas, minim nilai gizi, dan terkesan asal-asalan.
Kepala RA HT, Siti Maysaroh, menegaskan seluruh wali murid sepakat mengembalikan paket MBG lantaran menu yang diterima jauh dari standar gizi anak.
“Semua wali murid menolak. Isinya hanya roti, susu kotak (cokelat), dan potongan pepaya tiga sampai empat iris. Itupun datang terlambat. Wali murid menilai menu seperti ini tidak mencerminkan program gizi, apalagi untuk anak-anak,” tegasnya, Sabtu (31/1/2026).
Ia menambahkan, penolakan tersebut didasari kekecewaan mendalam karena program MBG dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan gizi anak, melainkan sekadar menggugurkan kewajiban.
“Wali murid menyampaikan dengan tegas, mereka bukan orang yang kelaparan sampai harus menerima menu seperti ini. Yang dipersoalkan adalah kualitas dan nilai gizinya, bukan sekadar ada atau tidak,” tegasnya.
Lebih jauh, Siti Maysaroh menyayangkan pelaksanaan MBG yang dinilainya sarat kepentingan bisnis dan minim tanggung jawab moral terhadap penerima manfaat.
“Kami merasa hanya dijadikan objek bisnis. Jika kualitas makanan untuk anak-anak kami seperti ini, maka wajar jika gizi dan niat baik program ini dipertanyakan,” katanya.
Kekecewaan juga bertambah saat pihak sekolah mencoba meminta penjelasan kepada sopir pengantar MBG. Namun, sopir mengaku tidak mengetahui apa pun terkait isi maupun standar menu yang dibagikan.
“Mereka hanya bilang tugasnya mengantar. Tidak tahu soal MBG, tidak tahu soal kualitas. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan,” tambahnya.
Penolakan juga disampaikan wali murid berinisial IF yang menilai kondisi buah pepaya dalam paket MBG sudah tidak segar dan tidak layak dikonsumsi anak.
“Ini disebut MBG? Pepayanya kecil, layu, dan sudah tidak pantas dimakan anak saya. Kalau begini, lebih baik dikembalikan,” pungkasnya dengan nada kecewa.
Sementara itu, upaya konfirmasi media kepada pihak SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi melalui pesan WhatsApp tidak mendapat respons hingga berita ini diterbitkan. (Che)
*
