banner 728x250

PPNI Pamekasan Gelar Bekam Medik dan Sunatan Massal di Desa Panaan

KESEHATAN: Tim PPNI Pamekasan saat melakukan bekam medik di Desa Panaan
banner 120x600
banner 468x60

JAGOBERITA.ID, PAMEKASAN – Masjid di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah.

Sejak pagi, rumah ibadah tersebut bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pamekasan.

banner 325x300

Dalam kegiatan tersebut, PPNI Pamekasan memberikan layanan terapi bekam medik terapan, pemeriksaan kesehatan dasar, serta sunatan massal. Sekitar 50–60 warga, baik laki-laki maupun perempuan, memanfaatkan layanan yang ditangani langsung oleh perawat profesional.

Panitia menyiapkan dua ruang tindakan terpisah untuk peserta laki-laki dan perempuan guna menjaga etika, kenyamanan, serta keselamatan pasien sesuai standar praktik keperawatan. Kegiatan sunatan massal dilaksanakan melalui sinergi dengan Puskesmas Larangan Badung.

Ketua DPD PPNI Pamekasan, Suraying menegaskan, bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab profesi perawat.

“Perawat tidak hanya hadir di rumah sakit atau klinik, tetapi juga harus turun langsung ke masyarakat. Pelayanan yang dekat, aman, dan profesional adalah bentuk nyata pengabdian,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan serupa telah rutin dilakukan sejak 2019 di berbagai wilayah di Pamekasan sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan sekaligus meningkatkan literasi kesehatan berbasis komunitas.

Sementara itu, Koordinator Pengabdian Masyarakat sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD PPNI Pamekasan, Mohamad Nur, menilai kegiatan ini bukan sekadar bakti sosial, melainkan bagian dari proses kaderisasi nilai profesional.

“Ini adalah ruang belajar bersama. Bagi perawat, penguatan kompetensi dan empati. Bagi masyarakat, membangun kepercayaan. Bagi organisasi, menanamkan nilai profesionalisme dan keberpihakan sosial,” katanya.

Menurutnya, bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan program.

“Ketika organisasi profesi, kampus vokasi, fasilitas kesehatan, dan pemuda desa bergerak bersama, pelayanan kesehatan menjadi lebih hidup dan membumi,” tambahnya.

Peran pemuda desa juga terlihat signifikan. Ketua Pemuda Remaja Masjid (Remas) Desa Panaan, Jamaludin atau akrab disapa Damar Wulan, bersama para pemuda setempat membantu pendataan peserta, pengaturan alur layanan, hingga pendampingan anak-anak yang mengikuti sunatan massal.

“Pemuda desa harus hadir dalam kegiatan sosial seperti ini agar warga merasa nyaman dan terlayani,” ujarnya.

Kegiatan ini turut melibatkan unsur akademik, Suraying dan Mohamad Nur merupakan dosen Jurusan Kesehatan Program Studi D3 Keperawatan Politeknik Negeri Madura. Keterlibatan mereka menjadi jembatan antara dunia akademik, praktik profesional, dan kebutuhan riil masyarakat.

Memasuki 2026, PPNI Pamekasan berencana memperluas jangkauan pengabdian masyarakat dengan menambah lokasi kegiatan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mengedepankan pendekatan promotif dan preventif, khususnya di desa-desa dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.

Dari masjid hingga ruang layanan kesehatan, dari organisasi profesi hingga pemuda desa, kegiatan ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah kerja kolektif yang tumbuh dari kepedulian dan keberpihakan pada masyarakat. (Che)

*

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *