Indeks
Berita  

MBG Diduga Berbahaya, Siswa Mencret Usai Santap Ayam Setengah Matang dari SPPG Pakamban Laok 2

MAKANAN: MBG yang dibagikan SPPG Pakamban Laok 2

JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi, menuai sorotan.

Pasalnya, menu yang dibagikan kepada siswa diduga tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi. Keluhan mencuat setelah sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut dan mengalami diare (mencret) setelah makan menu MBG pada 21 Januari 2026 kemarin.

Berdasarkan keterangan wali murid yang enggan disebutkan namanya, ia mengaku anaknya mengalami mencret usai mengonsumsi MBG dengan lauk utama ayam bakar yang diduga tidak matang sempurna.

“Tadi malam anak saya mengeluh sakit perut setelah makan MBG. Katanya ayamnya terlihat masih setengah matang, bagian dalamnya merah dan berbau,” katanya, dengan nada kecewa, Kamis (22/1/2026).

“Pas saya tanya kepada wali murid yang lain, ternyata sama anaknya mengalami hal yang sama. Saya yakin ini karena ayamnya yang tidak matang dibagikan ke anak-anak,” tuturnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terkait lemahnya pengawasan dalam penyediaan menu MBG tersebut.

Wali murid pun mempertanyakan proses pengolahan makanan, standar kebersihan dapur, hingga mekanisme quality control sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

“Program ini niatnya baik, tapi kalau asal-asalan justru membahayakan kesehatan anak-anak. Ini bukan soal kenyang, tapi soal keselamatan,” bebernya.

Tak hanya soal ayam bakar yang diduga tidak matang, wali murid juga menyoroti pembagian susu merek Cimory yang dinilai rutin dibagikan dalam paket MBG.

Padahal, kata dia, produk susu merek Cimory tersebut disebut tidak baik bagi kesehatan dan bahkan tidak diperbolehkan untuk dibagikan dalam program MBG.

Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kepatuhan pengelola SPPG terhadap regulasi yang berlaku.

Jika benar aturan tersebut dilanggar, maka pengelola dinilai lalai dan berpotensi mencederai tujuan utama program MBG itu sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2 maupun Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan klarifikasi resmi terkait menu MBG yang diduga menyebabkan banyak siswa mengalami diare. (Che)

*

Exit mobile version