JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Sejumlah siswa di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilaporkan mengalami diare (mencret) usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Pakamban Laok 2 di bawah naungan Yayasan Bumi Asfan Abadi.
Informasi tersebut mencuat dari pengakuan wali murid yang menyebut anaknya mengalami mencret setelah menyantap menu MBG berupa ayam bakar yang diduga kurang matang, pada 21 Januari 2026.
Namun, wali murid tersebut mengaku memilih bungkam dan tidak melaporkan kejadian itu secara terbuka karena merasa takut.
“Anak saya mencret, tapi saya takut melapor karena diminta supaya kejadian ini tidak diramaikan,” ungkap wali murid berinisial MF kepada wartawan, Senin (27/1/2026).
Pengakuan serupa juga datang dari lingkungan sekolah. Salah satu pihak sekolah mengakui bahwa kasus diare memang sempat terjadi di kalangan siswa setelah menyantap menu MBG.
Bahkan, seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengaku sejak awal sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan dapur SPPG Pakamban Laok 2.
“Saya memang agak risih dengan dapur di Pakamban Laok itu. Dua hari di awal, menunya langsung ayam kering tanpa sambal, porsinya juga sangat kecil,” ujarnya.
“Apalagi kemarin ada kejadian siswa mencret. Ini memang parah, Mas,” tambahnya.
Sejumlah pengakuan tersebut kian menguatkan dugaan bahwa kualitas dan kelayakan menu MBG dari dapur SPPG Pakamban Laok 2 patut dipertanyakan, baik dari sisi variasi menu, porsi, hingga potensi dampaknya terhadap kesehatan siswa.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan diare yang dialami sejumlah siswa.
Kasus ini menambah daftar panjang polemik pelaksanaan program MBG di daerah. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi alarm keras bagi pihak terkait agar tidak sekadar mengejar distribusi, melainkan benar-benar memastikan aspek keamanan, higienitas, dan mutu gizi makanan yang diberikan kepada siswa. (Che)
*
