JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Panggung shalawat di Kabupaten Sumenep bakal semakin semarak. DRT Gemar Bersholawat menggelar Festival Banjari Al-Habsyi se-Kabupaten Sumenep untuk memperebutkan Piala DRT The Big Family sekaligus menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Al-Islamiyah, Desa Pakondang, Sumenep. Sementara itu, malam puncak akan digelar pada 30 Oktober 2026 di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, dengan menghadirkan Majelis Sholawat At-Taufiq dari Kabupaten Sampang.
Ketua panitia, Imam Mustain R., mengatakan festival ini bukan sekadar ajang perlombaan seni musik Islami, melainkan juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, mengembangkan kreativitas, dan memperkuat kecintaan terhadap shalawat.
“Melalui Festival Banjari Al-Habsyi ini, kami ingin menghadirkan kegiatan positif yang mampu menyatukan para pecinta shalawat. Bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjaga tradisi seni Islami agar tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya, Selasa (13/10/2026).
Menurut Imam, momentum Hari Santri Nasional perlu diisi dengan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat kebersamaan generasi muda.
Melalui festival ini, kelompok banjari di Sumenep diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperluas silaturahmi antarpeserta.
Untuk menambah semangat peserta, panitia menyiapkan hadiah uang tunai jutaan rupiah, trofi, dan piagam penghargaan bagi para pemenang.
Juara pertama akan mendapatkan hadiah Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp1,5 juta. Selain itu, panitia juga menyediakan penghargaan khusus kategori Best Jingle dengan hadiah Rp1 juta beserta piagam.
Perebutan Piala DRT The Big Family diharapkan menjadi motivasi bagi setiap grup untuk mempersiapkan penampilan terbaik, mulai dari adab, kekompakan, kreativitas, hingga kualitas lantunan shalawat.
Meski demikian, Imam menegaskan bahwa esensi utama festival bukan semata-mata meraih kemenangan, melainkan membangun persaudaraan dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Kami berharap seluruh peserta dapat berkompetisi secara sehat, menjaga adab, dan menjunjung tinggi sportivitas. Mari jadikan festival ini sebagai kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat persaudaraan melalui shalawat,” pungkasnya.
Festival Banjari Al-Habsyi terbuka untuk kategori umum di wilayah Kabupaten Sumenep. Panitia membatasi peserta sebanyak 20 grup, dengan jumlah maksimal 10 orang dalam setiap kelompok.
Pendaftaran dibuka pada 9–19 Oktober 2026 dengan biaya Rp100 ribu per grup. Berdasarkan informasi panitia, setiap grup yang mendaftar juga memperoleh satu slop rokok DRT Exclusive sesuai ketentuan yang berlaku.
Calon peserta dapat menghubungi panitia melalui WhatsApp 0878-1571-5673 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, persyaratan, dan teknis perlombaan.
Sementara itu, technical meeting dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026 di Ayoka Cafe. Pertemuan tersebut akan membahas ketentuan lomba dan teknis penampilan yang wajib dipahami seluruh peserta.
Dalam perlombaan, setiap grup diwajibkan membawakan satu lagu shalawat dan menampilkan jingle bertema “Dhuana Reng Toa (DRT)”. Durasi penampilan maksimal 15 menit, termasuk pemeriksaan suara (sound check). Peserta juga diwajibkan membawa peralatan sendiri sesuai ketentuan panitia.
Seluruh peserta diharapkan mematuhi peraturan yang berlaku. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Melalui festival ini, DRT Gemar Bersholawat mengajak kelompok banjari dan masyarakat untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026 melalui kegiatan yang mengedepankan syiar keagamaan, kreativitas, dan persaudaraan.
Panitia berharap kegiatan tersebut tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkuat kecintaan generasi muda terhadap shalawat serta menjaga kelestarian seni banjari sebagai bagian dari tradisi keislaman di Kabupaten Sumenep.
Dengan kuota yang terbatas, kelompok banjari yang berminat diimbau segera mendaftarkan diri sebelum pendaftaran ditutup pada 19 Oktober 2026. (Che/MF)
*


















