JAGOBERITA.ID, PAMEKASAN – Menyambut peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pamekasan berkolaborasi dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), Puskesmas Larangan, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pamekasan menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan donor darah di Pondok Pesantren Al Abror Bumi Damai, Pamekasan, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan sosial tersebut diikuti oleh 30 peserta pemeriksaan kesehatan gratis dan 30 peserta donor darah. Pelaksanaannya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Santri Nasional 2026 sekaligus upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Ketua PC Fatayat NU Pamekasan, Nyai Fitriyatul Qibtiyah, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi lintas lembaga dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara PC Fatayat NU Pamekasan, LKNU, Puskesmas Larangan, dan PMI Pamekasan menjadi langkah konkret dalam mendukung kegiatan sosial, khususnya di bidang kesehatan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi bersama LKNU, Puskesmas Larangan, dan PMI Pamekasan dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis dan donor darah,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 30 peserta mengikuti CKG dengan mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar melalui layanan yang disediakan Puskesmas Larangan.
Sementara itu, kegiatan donor darah diikuti oleh 30 orang dengan pelaksanaan yang ditangani oleh PMI Kabupaten Pamekasan.
Pemilihan Pondok Pesantren Al Abror Bumi Damai sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan ke lingkungan pesantren, sekaligus mengisi momentum peringatan Hari Santri Nasional dengan kegiatan yang berdampak sosial.
Melalui kegiatan tersebut, PC Fatayat NU Pamekasan bersama para mitra berharap kolaborasi di bidang kesehatan dapat terus diperkuat. Selain memberikan akses pemeriksaan kesehatan, kegiatan donor darah juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.
Keterlibatan berbagai lembaga dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan lembaga kemanusiaan dalam mendukung kesehatan masyarakat. (Che/MF)


















