JAGOBERITA.ID,SUMENEP – Pasokan gas elpiji 3 kilogram (LPG 3 Kg) di wilayah kepulauan, tepatnya Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami kendala distribusi dalam beberapa minggu terakhir.
Hambatan tersebut dipicu cuaca buruk yang mengakibatkan kapal pengangkut tidak dapat beroperasi secara normal.
Kondisi ini berdampak pada ketersediaan elpiji di tingkat pengecer. Bahkan, situasi kelangkaan itu dimanfaatkan sebagian pedagang dengan menaikkan harga jual kepada masyarakat.
Salah satu pedagang elpiji di Masalembu, Kadri, mengaku masih menjual gas elpiji dengan harga Rp28 ribu per tabung. Namun, harga tersebut sudah termasuk layanan pengantaran kepada pelanggan.
“Kalau di kios saya itu harganya Rp28 ribu, tapi itu diantar ke pelanggan pak,” katanya, Rabu (4/2/2026).
Meski sempat terjadi keterlambatan distribusi, ia memastikan stok elpiji di tempat usahanya masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam waktu dekat.
“Dan stok gas elpiji sekarang masih aman dalam satu minggu ini pak,” tuturnya.
Ia juja menyebut jumlah pelanggan yang dilayaninya cukup banyak, sehingga penyaluran elpiji harus dilakukan secara merata agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan pasokan.
“Pelanggan saya hampir 200 pak, jadi saya ratakan mereka dapat 10 tabung gas,” bebernya.
Sementara itu, Camat Masalembu, Achmad Auzan, menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait potensi pelanggaran harga elpiji di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Saya sudah komunikasikan dengan pak Kabag jika nanti ada agen atau apa yang menaikkan harga lebih tinggi dari HET maka akan ditindak tegas,” pungkasnya. (Che)
*


















