JAGOBERITA.ID, PAMEKASAN – Proses verifikasi penetapan bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Pamekasan periode 2025–2030 berlangsung tegang dan diwarnai cekcok antar pengurus.
Ketegangan itu pecah dalam forum internal partai pada Kamis (15/1/2026), menyusul keberatan sejumlah pengurus terhadap hasil verifikasi yang dilakukan Steering Committee (SC).
Perdebatan memanas setelah salah satu bakal calon dinyatakan tidak lolos tahap verifikasi. Keputusan tersebut memicu protes keras dari sebagian pengurus yang menilai proses penetapan tidak dijalankan sesuai mekanisme organisasi.
Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Golkar Pamekasan, Bambang Chairul Huda, membenarkan adanya ketegangan dalam forum tersebut.
Ia menyebutkan, keberatan muncul karena ada dugaan ketidaksesuaian prosedur dalam tahapan verifikasi.
“Situasi menjadi panas karena ada penilaian bahwa proses penetapan calon tidak berjalan sesuai aturan dan mekanisme organisasi,” ujarnya.
Bambang juga menyinggung adanya persoalan lain yang turut memperkeruh suasana, yakni dugaan perubahan susunan kepengurusan di tingkat kecamatan yang dipersoalkan oleh sejumlah pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPD Partai Golkar Pamekasan, Rize Ikhwan Muttaqin, belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang terjadi di internal partai tersebut.
Diketahui, terdapat dua nama yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Golkar Pamekasan periode 2025–2030, yakni Djohan Susanto dan Imam Syafii Yahya.
Pendaftaran bakal calon Ketua DPD Golkar Pamekasan secara resmi ditutup pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 16.00 WIB. Polemik hasil verifikasi ini pun berpotensi menjadi ujian serius bagi soliditas internal Partai Golkar di Pamekasan menjelang penetapan ketua definitif. (Che)
*


















