banner 728x250
Berita  

188 Bangunan Rusak Dihantam Puting Beliung, BPBD Sumenep Tetapkan Status Darurat

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy (Foto Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAGOBERITA.ID, SUMENEP – Cuaca ekstrem kembali menerjang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Hujan lebat disertai angin kencang yang diduga merupakan puting beliung melanda sejumlah wilayah dan mengakibatkan 188 bangunan milik warga mengalami kerusakan serta mengganggu aktivitas masyarakat lintas sektor.

Peristiwa terjadi secara cepat dan sporadis. Dalam waktu singkat, angin berkecepatan tinggi menyapu permukiman warga, menyebabkan atap rumah beterbangan, dinding bangunan roboh, hingga sejumlah fasilitas umum tidak dapat difungsikan.

banner 325x300

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mencatat, dari total bangunan terdampak, sebanyak 185 unit merupakan rumah warga, dua kios usaha, dan satu ruang kelas MTs Putri Annuqayyah. Kerusakan didominasi pada struktur atap dan rangka bangunan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, menyebut pola kejadian menunjukkan karakteristik angin puting beliung yang dipicu hujan berintensitas tinggi serta perubahan tekanan udara secara ekstrem.

“Kondisi ini terjadi secara tiba-tiba dan memiliki ciri khas puting beliung. Dampaknya signifikan karena angin bergerak cepat dan langsung menghantam permukiman padat penduduk,” katanya, Selasa (3/2/2026).

Wilayah paling terdampak berada di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, dengan 178 rumah warga mengalami kerusakan. Sebagian di antaranya dilaporkan tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera.

Sementara itu, Desa Pakangangan Tengah, Kecamatan Bluto, mencatat dua rumah warga terdampak. Sedangkan Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, mengalami kerusakan pada lima rumah, dua kios, serta satu ruang kelas madrasah yang menghambat kegiatan belajar mengajar.

BPBD menyatakan proses pendataan lanjutan dan verifikasi tingkat kerusakan masih berlangsung. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penentuan skema bantuan serta langkah pemulihan pascabencana.

“Kami tidak hanya mencatat jumlah bangunan, tetapi juga tingkat kerusakannya. Ini penting agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” tegas Achmad Laili.

Ia menambahkan, BPBD memprioritaskan keselamatan warga dan penanganan darurat, sekaligus mengantisipasi potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca masih belum stabil.

BPBD Kabupaten Sumenep mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat disertai angin kencang serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami meminta masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda cuaca ekstrem dan segera mencari tempat aman bila situasi memburuk,” pungkasnya. (Che)

*

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *